PUISI G. Sukaton
SELAMAT JALAN IBUNDA
Oleh : G. SukatonSaat waktu berhenti diujung langkahmu
maka engkaupun pergi menemui Robb mu
meninggalkan sesuatu yang bernama rindu
hidup ini memang tinggal menunggu waktu
Saat kami khusuk bertaqorub di ramadlan yang suci
diam-diam engkau pulang ke kampung abadi
menuju dimensi kehidupan yang haqiki
dan ditepi hari yang fitri, berderai doa-doa kami
Saat perjalanan hidup tiba di batas masa
dan detak jantung mu bagai mendaki udara
barulah aku mengerti apa artinya duka
aku berharap bisa bersamamu lagi di surga
Ya Robb, Gofuururrohim
dengan setiap tetes air susunya yang memenuhi akalku
dengan setiap gumpal darahnya yang mengalir di jantungku
dengan setiap butir keringatnya yang menuntun asaku
dengan sebening air matanya yang melumuri jiwaku
Ampunilah Ibunda
tempatkanlah dia disisi Mu saja
Aamiin ya Robb, Dzat Pengabul doa
Bogor, 21 Juli 2018
PUISI SELAMAT JALAN AYAH
SELAMAT JALAN AYAH
Oleh : G. Sukaton
Besok adalah hari kemerdekaan
negara ini
Lagu kebangsaan sudah berdentang-dentang
di pelosok pertiwi
Dan bendera merah putih
berkibar-kibar di langit negeri
Tapi engkau ditakdirkan untuk
pergi meninggalkan semua yang engkau cintai
Malam belum larut dan untaian
dzikir ku masih menderas
Saat kulihat dadamu tak mampu
lagi menghela nafas
Karena detak waktu sudah
berhenti dan masa pun tuntas
Meski kerinduan mu di ujung
waktu jadi rahasia tak berbalas
Jangan kau risaukan kami yang
masih di dunia
Segala rasa sakit dan
pengorbanan mu tak akan sia-sia
Menjadi bekal berharga di
perjalanan mu menghadap pada Nya
Selamat jalan Ayah, doa kami
akan terus melambung menembus masa
Bogor, 23 Agustus 2021
PUISI SENANDUNG UNTUK AYAH
SENANDUNG UNTUK AYAH
Oleh : G. Sukaton
![]() |
| Photo : G. Sukaton |
Akhirnya engkau pergi juga
Menyusuri tepi malam menyusul belahan jiwa
Yang tentu menunggu mu di tepi masa tak terpeta
Ku antar engkau dengan dzikir lirih dan untaian doa
Ma’assalaamah fii amaanih wahai ayahanda
Sosokmu telah mewarnai setiap relung di beranda jiwaku
Sejatinya engkau adalah pengantin yang segera berbulan madu
Meniti kembali gugusan waktu-waktu yang tertinggal dimasa lalu
Ya Rahim, pertemukan lah kembali ayahanda dengan ibu di dalam taman syurga Mu
Seperti di bumi Mu, dahulu mereka pertama kali bertemu
Berikan ampunan Mu ya Ghofur sesudah maut menjemput,
selamatkan dari gejolak jahanam yang gelapnya bagai malam yang pekat
mudahkan hisab nya ketika segala amal Engkau hitung dengan cepat.
Ya Rahman, rahmatilah, bebaskan dan lepaskanlah ayahanda dengan selamat
Muliakanlah dia dan lapangkan kuburnya dari adzab yang berat.
Luaskan jalan masuk menuju Mu, Sucikan dia dengan air jernih menyejukan,
bersihkan dia dari segala alfa menjadi seputih kafan,
bersihkan dari segala kotoran dunia yang mungkin terbawa karena kelalaian,
gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik dikeabadian,
keluarga yang lebih baik, dari yang kini dia tinggalkan,
Gembirakan ayahanda dengan senyum ibunda yang pernah menemaninya dengan sabar
di didalam roudhatul jannah dimana dibawahnya sungai abadi mengalir
lindungilah dia dari pedihnya adzab serta fitnah kubur
jauhkanlah ayahanda dari lautan huthomah yang membakar
kabulkanlah ya A’zizul Ghoffar
Harjasari, 14 Juni 2021
TEKNIK DASAR TEATER OLAH RASA
Latihan Olah Rasa - Teknik Dasar Akting Seni Teater
Akting pada dasarnya menampilkan keindahan dan keterampilan seorang aktor dalam mewujudkan berbagai pikiran, emosi, perasaan, dan sosok peran yang dimainkan sesuai dengan karakter. Aktor harus memiliki kemampuan untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Tentu hal itu bisa terjadi kalau mampu berkosentrasi mengolah rasa, dan emosi. Untuk itu seorang pemain teater perlu melatihkan konsentrasi, perasaan, emosi dengan latihan olah rasa.
a. Latihan konsentrasi
Latihan konsentrasi adalah latihan memusatkan pikiran kita pada suatu objek sesuai dengan tujuan. Misalnya pikiran fokus pada hapalan naskah, lawan main, dan pada permainan di atas panggung. Pikirannya tidak terbagi dengan berbagai hal yang lain.
b. Latihan imajinasi
Latihan ini adalah latihan mengolah daya khayalmu, seolah-olah hal itu terjadi saat ini dan kamu rasakan. Bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berimajinasi bersama. Lakukan permainan imajinasi, misalnya kamu berimajinasi pergi berpetualang ke hutan belantara, mendaki puncak yang tinggi, menuruni jurang yang curam dan bertemu dengan berbagai binatang baik yang jinak maupun yang buas. Juga menemukan berbagai situasi seperti air terjun yang menyegarkan, pohon yang tumbang, kehujnanan atau pun merasakan gunung yang akan meletus.
Latihan ini bisa kamu tentukan suasana-suasana yang berbeda tiap latihannya sehingga imajinasi kamu menjadi beragam dengan berbagai situasi, seperti ke kota-kota, laut, sawah, dll
Lakukan permainan imajinasi ini dengan teman-temanmu pasti akan menyenangkan.
c. Latihan ingatan emosi
Latihan ini adalah latihan mengingat-ingat lagi berbagai emosi yang pernah kamu alami ataupun pernah melihat orang lain dengan emosinya. Seperti melihat orang sedih, gembira, marah, kecewa, ragu-ragu, putus asa, kegelian, lucu, tertawa terbahak-bahak dan berbagai emosi lainnya. Kemudian emosi-emosi itu ditampilkan satu persatu saat latihan sehingga akan tampak dalam ekspresi wajah dan tubuh.
Ingat-ingat dan tampilkanlah salah satu emosi tersebut dan temanmu akan melihat ekspresimu dengan menarik. Cari lagi bentuk-bentuk atau buat sendiri permainan-permainan tentang konsentrasi, imajinasi, dan ingatan emosi sehingga latihan teatermu menjadi kreatif juga menyenangkan.
Itulah yang dapat kami bahas saat ini seputar latihan olah rasa dalam dunia akting teater. Semoga bermanfaat bagi kamu yang membacanya.
AKU TAK BISA LAGI TERTAWA
agen-agen penyalur pembantu , penghinaan atas harga diri bangsaku dijawab
dengan penandatanganan MOU. Sekian juta mulut anak-anak bangsa ternganga saat
kamu dengan wajah riang pergi pelesir ke luar negeri, sorang anak balita makan
nasi aking mati, karena surat keterangan miskin tidak dimiliki. Rapat kerja
dewan terhormat yang dipaksakan untuk mengejar setoran hanya menjadi debat
kusir, menambah gaduh ruang media public
membuat sibuk kuli tinta yang senang berfantasi, berakhir pada
penggelontoran dana untuk para pemilik modal bermuara pada kas partai. Ini
biaya yang harus dibayar dengan keringat buruh kontrak, pegawai swalayan, dan
penduduk migran. Bagaimana kebijakan
bisa dijalankan bila kedua belah kakimu terjerat aturan yang kamu ciptakan.
Peraturan adalah mahkota kebersamaan bukan bahasa birokrasi yang tak memiliki
nurani, kering dan miskin kontemplasi. Kamu main-main dengan amanat rakyat yang
kau beli dengan potilik pencitraan memikat.
kesukaan ku
rasakan, karena tikus-tikus makin rakus menguras kas badan anggaran sementara sang
kucing sudah tidak memiliki selera makan yang baik karena kelebihan berat badan,
transaksi dagang sapi digelar atas nama konstitusi dan itu kamu namakan majlis pengadilan,
tentu setiap barang bukti yang ditemukan punya harga, setiap pasal yang
memberatkan punya harga, setiap saksi yang dihadirkan punya harga. Aku muntah
diatas piring sarapanku menonton opera sabun yang kau pentaskan tidak kunjung
usai, bertele-tele menguras tenaga dan pikiranku. Karena pada setiap kasus yang
kau pilih dengan licik, beraroma tidak sedap menjadi alat tawar dibursa pilpres.
karena untuk membeli kursi kekuasaan ada aturan permainan, untuk mencetak
kantong suara kamu butuh biaya, maka tawar menawar menjadi lumrah dan diniscayakan.
kamu berani berapa ?
menjadi belati diam-diam menikam dari belakang, memangkas hak atas
kesejahteraan karyawan, melemahkan perlawanan serikat pekerja. Untuk menekan biaya perusahaan pos account social
welfare dikalahkan, maka buruh kontrak lahir premature dari rahim kantong
industry teronggok diantara mesin produksi. Dengan tunjangan kesehatan yang
terus ditekan hidup berjalan mengikuti putaran pergantian shift dan lembur
dadakan. Wajahnya yang mengenaskan adalah mimpi buruk peradaban membayangkan
penindasan menetes dari meja persekongkolan penguasa. Untuk mempertahankan
hidup mereka terpaksa berhutang. Menjadi santapan yang diperebutkan rentenir
dan lembaga perkreditan.
untuk memenuhi selera pasar maka dengan liar mereka saling berhadapan di halaman
kampus dan ruang belajar. Bangku pendidikan jadi tempat duduk para pesakitan
yang dituduh dan disalahkan. Perpustakaan hanya bilik sunyi tempat rak-rak
dingin sembunyikjan buku penuh debu karena ditinggalkan pembacanya, maka proses
berfikir jadi ruang hampa dan sunyi karena kecerdasan ditimbang dengan neraca
untung rugi dan kemampuan menjawab persoalan ditentukan dengan angka. Darah
mereka menggenang dijalan raya dan shelter pemberhentian busway menggetarkan ruang
udara jantung ibukota kemudian tanpa bisa dibendung meleleh ke pojok-pojok
daerah di Indonesia Raya dalam tajuk diskusi, head line media harian, dan ruang
seminar pendidikan Para pemerhati, mereka meracau tentang karakter bangsa,
metode belajar yang diserap dari akar sejarah asing. Lalu kamu menampungnya
dalam data statistic untuk dibaca dan di diskusikan. Darah para pelajar
menggenang di pikiran dan ingatanku. Kamu bicara apa ?
peragaan busana, pembuhuhan masal sengketa tanah kau sembunyikan dan kemiskinan
yang menghisap anak-anak diperbatasan tak menghentikan pengalihan fungsi lahan,
ratusan ribu hektar rimba menguap jadi bancakan raja kecil bermahkota otonomi
daerah karena penebangan liar dilindungi dan penggudulan hutan oleh mata gergaji
tak mau berhenti. Tanah rekah menadah buncahan hujan pada tumpukan sampah
dilemparkan salah. Mana bisa mencetak sawah tanpa ketersediaan irigasi yang
memadai sementara pasokan pupuk dibatasi di bandrol harga fantastic. Tanpa
segan kamu makan batu batu bara, kau tenggak mineral dan minyak, kau telan
emas, timah dan tembaga tanpa malu-malu kau minum uranium. Yang tersisa hanya
tanah yang rekah, untuk kemakmuran Negara entah kamu anugerahkan semua jerih
payah pada tekanan kepentingan asing kamu menyerah. Tambang tua tidak lagi
berproduksi mengurung rumah kumuh buruh pribumi dalam igau mimpi dengan gaji
tidak mencukupi.
wisatawan mancanegara dalam paket peristiwa budaya. Tradisi yang tidak memiliki
akar agama akan mencerabut ruh dari materi adalah pintu lebar menuju hancurnya
peradaban manusia. Tahyul dan mitos berceceran dalam kurikulum pendidikan
nasional diruang kerja kantor dinas meretas masuki ruang mimpi anak-anak kita
menyelinap jauh kedalam buku pelajaran sekolah dasar dan menengah terus
membanjiri lembar-lembar silabus perguruan tinggi menjauhkan mata akal kaum
intelektual dari persoalan yang menelikung anak negeri. Ini adalah gerbang
menganga pada penjajahan ideology. Dengan ilusi paham demokrasi kita mentahkan
ayat suci jadi curiga pada Tuhan pencipta alam raya, hidup dan manusia dibumi.
Kemuliaan manusia terletak pada mahkota akalnya maka proses berpikir menjadi
sebuah keniscayaan untuk menemukan hakikat kebangkitan manusia. Dimanakah
kesadaran bersembunyi?
Koleksi SEKAR IMAGE, Sanggar Lukis Bogor, Judul 'Dimana Allah' pastel on paper, karya G. Sukaton
Barzanji di mata W.S. Rendra
Pengarang 'Iqd al-Jawahir (Kalung Permata)
Pementasan Shalawat Barzanji akan digelar selama tiga malam, 12--14 Mei 2003, pukul 20.00 WIB, di Lapangan Tenis Indoor, Senayan,
Shalawat Barzanji, yang pada saat pementasan pada 1970 berjudul Qasidah Barzanji, adalah puisi-puisi pujaan kepada Nabi Muhammad saw yang amat popular di kalangan umat Islam. Sajak-sajak musikal itu disusun oleh Syekh Al-Barzanji.
Pertunjukan saat itu dinilai banyak kalangan menjadi peristiwa budaya besar dan sukses. Sejarah teater
Ketika keinginan Rendra untuk kembali naik panggung meluap, gayung pun bersambut. Tawaran pentas datang dari Republika untuk memuliakan Nabi Muhammad saw.
Tidak hanya dari sisi kreativitas dan keadaan jiwa seorang Rendra yang menyebabkan pertunjukannya nanti berbeda dengan puluhan tahun silam. Selain monolog Rendra sendiri, Ken Zuraida, istri Rendra, akan bermonolog membawakan kisah seorang perempuan bernama Zaitun yang terketuk hatinya mendengar salawat disyairkan.
Diakui Rendra, naskah ini sebagai salah satu pembuka hatinya terhadap kebenaran Islam. Pada pementasan Qasidah Barzanji Rendra belum menjadi Muslim.
Wassalam
anut
__._,_.___
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
KUMPULAN PUISI GUNUNG SUKATON
KUMPULAN PUISI GUNUNG SUKATON
Selamat Jalan Ibunda
oleh: G. Sukaton
Saat waktu berhenti diujung langkahmu
maka engkaupun pergi menemui Robb mu
meninggalkan sesuatu yang bernama rindu
hidup ini memang tinggal menunggu waktu
Saat kami khusuk bertaqorub di ramadlan yang suci
diam-diam engkau pulang ke kampung abadi
menuju dimensi kehidupan yang haqiki
dan ditepi hari yang fitri, berderai doa-doa kami
Saat perjalanan hidup tiba di batas masa
dan detak jantung mu bagai mendaki udara
barulah aku mengerti apa artinya duka
aku berharap bisa bersamamu lagi di surga
Ya Robb, Gofuururrohim
dengan setiap tetes air susunya yang memenuhi akalku
dengan setiap gumpal darahnya yang mengalir di jantungku
dengan setiap butir keringatnya yang menuntun asaku
dengan sebening air matanya yang melumuri jiwaku
Ampunilah Ibunda
tempatkanlah dia disisi Mu saja
Aamiin ya Robb, Dzat Pengabul doa
Bogor, 21 Juli 2018
SETU PATENGAN
Hari ini dua puluh lima tahun yang lalu
Tubuh renta ini pernah rebah di hamparan rumputmu
Menghitung bintang dengan telunjuk dibawah langit kelabu
Lalu selimut kabut memeluk tubuh malam sampai kaku
Aku mencari hangat api diujung reranting membeku
Ooo setu patengan yang syahdu bagai untaian lagu
Hari ini dua puluh lima tahun yang lalu
Aku kembali datang membawa anak-anak jaman padamu
Ingin membasuh wajah lelah nya dengan sejuk airmu
Tangan lemah ini pernah perkasa mendayung perahu
Tapi seperti dulu engkau hanya diam membisu
Meski dari balik rimbunan pinus kulihat engkau tersipu
Ooo setu patengan yang biru bagai beludru
Hari ini dua puluh lima tahun yang lalu
kaki ini jadi gemetar saat menapaki titian bambu
bergegas aku ingin menghambur dalam rengkuhanmu
mabuk dalam aroma kulit pinus seperti dulu
menghirup secangkir kopi dan sepotong rindu
Bandung 23 Mei 2017
SURAT UNTUK PRESIDEN
(Refleksi akhir tahun)
Bapak Presiden yang baik hatinya
Lihatlah bunga-bunga bangsa layu ditaman nusantara
Tunas-tunas remaja berguguran sebelum mekar dimayapada
perahu akal mereka tenggelam ditelan banjir informasi disamudera sosial media, tak berdaya
karena pintu-pintu dunia dibiarkan terbuka lebar memasuki ruang pribadi sebelum masanya tiba.
Dengan satu ketukan jari saja, prilaku hidup bebas menjamah bilik hati anak kita jauh sampai relung paling rahasia
Maka anak-anak tumbuh dewasa dengan cepat tanpa diimbangi kematangan nalarnya
karena tangan-tangan pemilik modal menggurita dibalik meja penguasa, membunuh karakter penguasa dengan uang
mewarnai peraturan pengganti undang-undang untuk memuluskan kepentingan para pedagang, maka teknologi industri media dimainkan dalam satu pintu, menciptakan bahasa uang menjadi senjata mematikan.
Kurikulum pendidikan dirancang menjadi mesin pencetak generasi lemah tanpa daya juang, mencoba tawar menawar dibawah tekanan kepentingan asing
metode belajar dipelajari sebagai materi pelatihan para pengajar saja, untuk mendongkak golongan, tidak bisa menyentuh benak anak-anak Indonesia
Anak-anak Indonesia terbata-bata mengeja teori yang diimport untuk kepentingan siapa
Melahirkan budaya dan ideologi yang memisahkan kehidupan bernegara dengan agama.
Bapak Presiden yang sederhana hidupnya
Dengarlah tangisan pertiwi yang merana karena pembangunan yang tergesa-gesa
mendera tubuhnya tanpa ada pembelaan dari putra-putra bangsa yang sedang mabuk kuasa
ribuan hekar hutan lenyap dalam sekejap meninggalkan kabut asap, karena lahan gambut dibakar dengan sadar.
Minyak kelapa sawit, menjadi mimpi mengerikan di bumi kalimantan, sulawesi dan tentu saja di ribuan kota yang menjadi gelap terpapar asap persekongkolan, membuat pedih mata hati
maka dilahan perkebunan hutan tropis yang kaya dengan ragam satwa dan aneka hayati, orang tua kami terkapar mati
Berbagai pertanyaan yang tidak mendapatkan jawaban menjadi berita harian setiap media pemberitaan, membuat gaduh berkepanjangan tanpa ada jalan keluar yang pantas ditawarkan.
anak-anak pribumi harus puas menjadi kacung dan dihinakan ditanah ibunya, mereka mengais-ngais sisa sampah batu bara dengan tangan telanjang.
mata pena adalah senjata mematikan yang dibawa para penjarah negeri yang berlindung dibalik perjanjian dan berbagai peraturan pengganti undang-undang yang dibuat oleh para saudagar di rumah rakyat.
Anak-anak negeri mengganti tanah dengan darah, menukar hutan dengan asap, menyulap sunyi jadi sampah suara.
Bapak Presiden yang lembut tutur katanya
Mengapa dada ini terasa sesak menyaksikan anak-anak kami tumbuh menjadi pribadi yang keras perangainya mudah sekali marah, untuk berpikir dan bekerja keras mereka malas,
karena sistem pendidikan menjadi mesin pencetak tenaga kerja, hanya menjanjikan selembar kertas.
Karena di sekolah sudah menjadi tempat yang mengerikan,transaksi jual beli semakin jelas
Tindak kekerasan dan perlakuan cabul pada anak sangat memilukan seperti gunung es, menggelindingkan bola salju, memporak porandakan generasi emas
Bagaimana masa depan bisa dimenangkan bila strategi direncanakan dengan serampangan oleh pejabat rakus yang berperilaku seperti tikus, tidak bisa membedakan antara seonggok rongsokan dengan timbunan emas.
Bapak Presiden yang piawai merangkai teori
Revolusi mental tidak bisa dijalankan hanya dengan memampang papan slogan
Perubahan hakiki tidak bisa dilakukan hanya dengan propaganda dalam rangkaian presentasi
Karena hakikat penciptaan manusia di dunia bukan sebagai mesin produksi yang bekerja tanpa hati
Manusia harus disadarkan jati dirinya sebagai makhluk yang diciptakan, membawa misi besar dari Robb nya, menjaga alam raya dan kehidupan agar lestari sesuai fitrahnya
Membangun peradaban manusia tidak cukup dengan mendatangkan para pemilik modal lalu mengumpulkannya dalam sebuah permufakatan rahasia
Tidak juga dengan berbagai kerjasama multilateral
apalagi dengan komporomi antar bangsa di panggung konferensi internasional.
Kejayaan sebuah bangsa dimasa depan harus direbut dengan kekuatan berpikir yang tunduk pada aturan Penciptanya
Maka ideologi yang berasal dari ayat-ayat Ilahi harus menjadi landasan setiap butir peraturan yang tumbuh diatas nya
Bila kesadaran sudah memenuhi setiap jiwa
Disanalah kebangkitan bermuara
Bogor, 28 Desember 2015
Saat waktu berhenti diujung langkahmu
maka engkaupun pergi menemui Robb mu
meninggalkan sesuatu yang bernama rindu
hidup ini memang tinggal menunggu waktu
Saat kami khusuk bertaqorub di ramadlan yang suci
diam-diam engkau pulang ke kampung abadi
menuju dimensi kehidupan yang haqiki
dan ditepi hari yang fitri, berderai doa-doa kami
Saat perjalanan hidup tiba di batas masa
dan detak jantung mu bagai mendaki udara
barulah aku mengerti apa artinya duka
aku berharap bisa bersamamu lagi di surga
Ya Robb, Gofuururrohim
dengan setiap tetes air susunya yang memenuhi akalku
dengan setiap gumpal darahnya yang mengalir di jantungku
dengan setiap butir keringatnya yang menuntun asaku
dengan sebening air matanya yang melumuri jiwaku
Ampunilah Ibunda
tempatkanlah dia disisi Mu saja
Aamiin ya Robb, Dzat Pengabul doa
Bogor, 21 Juli 2018
SETU PATENGAN
SURAT UNTUK PRESIDEN
Dunia berada di ujung telunjuk anak ku
DARI GELAP MENUJU TERANG
Ini adalah kesepakatan yang tak bisa diingkari perjalanan ruhani menuju matahari
dari gelap yang menyekap menuju Maha Cahaya yang terang benderang.
Memperbaiki segala yang telah dirusak, mengembalikan segala yang telah diambil
oleh tangan tak berhati, hati tak bermata, mata tak berjiwa. Janganlah engkau
menukar kesesatan dengan petunjuk. Kuketuk dan kuketuk setiap pintu namun
kutangkap senyap gelap mendekap, sekali kudengar suara ‘siapa yang berkuasa
atas ada dan tiada’ gemanya memantul pada dinding tak bertemu jawab karena bukan tanya kau bawa hanya riap amarah dari getas jiwa. Perumpamaan tidak sanggup engkau terangkan pada petunjuk engkau mengutuk disempit jiwa engkau berkelana, engkau kapal layar tak bernakoda terombang ambing jadi sampah di cakrawala. Mengapa kamu ingkar pada perjanjian setelah teguh perjanjian padahal awalnya engkau tidak ada lalu Dia hidupkan dari air yang hina dalam tempat yang mulia engkau disiapkan menjadi sosok lemah tak bernama, tiba-tiba engkau menjadi angkuh dengan sejumput ilmu. Ingatlah saat Dia mengajarkan kepada Adam nama benda-benda satu persatu agar engkau menjadi tahu setelah tidak tahu. ‘Lalu para malaikat penjaga langit bersujud ‘sesungguhnya Engkau lebih tahu’.













